A. Judul : FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PETANI
(Studi pada Petani Padi di Desa Punggur Besar)
B. Latar belakang
Pembangunan merupakan suatu usaha untuk melakukan perubahan terhadap keadaan untuk menjadi lebih baik, dimana usaha tersebut dilakukan secara terus-menerus. Pembangunan merupakan proses perombakan dalam struktur pembangunan ekonomi yang terdapat dalam suatu masyarakat sehingga membawa kemajuan yang lebih baik dalam arti meningkatkan taraf hidup rakyat maupun untuk menyempurnakan mutu kehidupan dalam masyarakat yang bersangkutan. Desa Pungur Besar yang sedang berkembang dan melaksanakan proses pembangunan secara seimbang, yaitu; dimana pembangunan manusia yang seutuhnya lahir maupun batin, secara seimbang adil dan makmur.
Secara makro pertumbuhan ekonomi diusahakan lebih tinggi atau lebih cepat dari pertumbuhan penduduk, dan sebagai faktor pembagi dalam menentukan pendapatan perkapita tiap-tiap penduduk, maka dari itu peranan pemerintah diharapkan agar dapat mengendalikan jumlah penduduk dengan menekankan pada angka pertumbuhan penduduk.
Pembangunan ekonomi daerah di era otonomi menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, seperti masalah kesenjangan dan iklim globalisasi. Yang disebut belakangan ini menuntut tiap daerah untuk mampu bersaing di dalam dan luar desa. Kesenjangan dan globalisasi berimplikasi kepada propinsi dan kabupaten/kota, untuk melaksanakan percepatan pembangunan ekonomi daerah secara terfokus melalui pengembangan kawasan/wilayah dan produk andalannya.
Sektor pertanian yang selama ini tidak mendapat prioritas ternyata sektor ini yang mampu bertahan dan tidak terlalu terkena imbas krisis. Selama ini sektor pertanian memang kurang berkembang karena di
Pembangunan pertanian sebagaimana telah dimaklumi bersama adalah merupakan bagian terpenting dari pembangunan ekonomi nasional. Pelaksanannya yang dilakukan bertahap diharapkan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Sektor pertanian berkembang ke arah yang semakin baik yang berarti makin pentingnya posisi sektor pertanian. Keberhasilan sektor pertanian sangat tergantung pada posisi sumber daya alam yang sebagian besar terdapat di pedesaaan berupa lahan pertanian, sumber air, hutan, dan tenaga kerja. Kurang lebih 80% penduduk berdiam di perdesaaan, dan sekitar 49% dari angkatan kerja yang bekerja disektor pertanian. Namun tingkat hidup masyarakat pedesaan relatif masih rendah bila dibandingkan dengan penduduk perkotaan. Pengeluaran (pendapatan rata-rata) penduduk pedesaaan (petani) hanya 70% dari pengeluaran penduduk
Sama halnya dengan situasi di desa Punggur Besar Kecamatan Sui Kakap Kabupaten Kubu Raya Propinsi Kalimantan Barat merupakan perekonomian yang berbasis pertanian, hal ini tampak dari nilai kontribusi sektor ini selalu mendominasi terhadap perekonomian secara total sepanjang periode 2002 dengan menggunakan modal Rp 3.000.000; 00.
Perkembangan pertanian berikutnya pada tahun 2006-2007 merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang diarahkan untuk mewujudkan pertanian maju, efisiensi dan tangguh. Pada tahun 2008-2009, padi yang ditanam mengalami gagal total dikarnakan
Dengan jumlah kepadatan penduduk di desa Punggur Besar yang selalu meningkat dari tahun ke tahun, akan tetapi lahan pertanian tidak akan bertambah. Sehingga dengan adanya suatu sistem waris kepemilikan lahan bagi tiap penduduk akan terus berkurang, untuk itu harus diusahakan upaya peningkatan pertanian dengan metode yang tepat dan melihat faktor-faktor apa yang mempengaruhi pendapatan petani padi sehingga dapat dikelola dengan baik.
Semakin berkembangnya sektor pertanian, diharapkan semakin terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, serta diharapkan dengan perkembangan tersebut meningkatkan pendapatan masyarakat desa terutama petani (padi). Pendapatan merupakan salah satu indikator ekonomi, dengan kata lain arah dari pembangunan ekonomi adalah mengusahakan agar pendapatan masyarakat dapat meningkat, dengan diikuti membaiknya distribusi pendapatan antara sesama petani padi.
Salah satu komoditas tanaman padi yang memiliki posisi paling penting dalam pembangunan pertanian adalah padi unggul dan padi lokal. Padi unggul adalah padi yang dalam penanamannya tidak begitu sulit serta dapat dipanen dalam jangka waktu 3 bulan dan padi lokal yang dapat dipanen dalam jangka waktu 6 bulan. Klasipikasi padi unggul dan padi lokal adalah 10 % dan 90 %. Pada umumnya pupuk yang digunakan dalam memperlancar pertumbuhan padi masyarakat desa Punggur Besar menggunakan pupuk organik.
Dalam hal ini faktor yang terlihat dari usaha tani padi masyarakat desa Punggur Besar mempunyai lahan 6 hektar, akan tetapi dalam pengolahan lahan hanya dapat menanam 1 hektar dikarnakan minimnnya biaya yang dipergunakan. Dalam penanaman 1 hektar tersebut dapat menghasilkan padi 2 ton keatas, yang dapat jual dan sebagian dapat mencukupi sehari-hari pangan masyarakat dalam jangka waktu 1 tahun.
Dengan demikian, desa Dunggur Besar telah memprogramkan dengan 200 orang kelompok tani. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing masyarakat pertanian, terutama petani yang tidak dapat menjangkau akses terhadap sumberdaya usaha pertanian. Termasuk memberikan penawasan penyuluhan terhadap petani kecil maupun besar dan pendidikan pelatihan sumber daya manusia pertanian. Peningkatan tekhnologi pertanian karena teknologi sekarang lebih penting untuk persediaan produk pangan.
C. Pembatasan Masalah
Mengingat ruang lingkup masalah yang dibahas dalam penelitian ini cukup luas dan disamping itu juga agar dalam pembahasan selanjutnya tidak menyimpang, maka penulis merasa perlu membatasi masalah yang akan diteliti sebagai berikut : faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani dan ditribusi pendapatan petani.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang bahwa dalam mengenai distribusi pendapatan antar petani padi juga merupakan masalah yang perlu di ketahui, karena dengan mengetahui distribusi pendapatan antar sesama petani padi, agar dapat melihat serta menunjukkan hasil dari pemerataan pendapatan yang diperoleh dalam usaha bertani. Dari berbagai masalah-masalah yang ada, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
- Faktor-faktor apa yang mempengaruhi pendapatan petani padi dan petani desa Punggur Besar ?
2. Bagaimana distribusi pendapatan yang diperoleh antara petani padi dan petani desa Punggur besar ?
.
E. Landasan teori
Soekartawi (1993) berpendapat bahwa konsep efisiensi pemasaran sangatlah luas, dinamis sifatnya, dan tampaknya belum ada difinisi yang pasti dan standar, dan khusus apa itu efisiensi pemasaran sehingga belum adanya konsep efisiensi pemasaran yang dapat mencakup pengertian teoritis dan praktis.
Menurut Rostow bahwa pembangunan dikaitkan dengan perubahan dari masyarakat agraris dengan budaya tradisional ke masyarakat yang rasional, industrial dan berfokus pada ekonomi pelayanan. Ide ini kemudian melahirkan konsep
Perspektif umum Teori ini memandang pembangunan merupakan kerja secara Internasional yang didasarkan pada teori keuntungan komparatif yang dimiliki oleh setiap negara mengakibatkan terjadinya spesialisasi produksi pada tiap-tiap negara sesuai dengan keuntungan komparatif yang dimilikinya.
Rasahan (2000) mengemukakan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian subsektor tanaman pangan terutama yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi lahan-lahan pertanian umumnya semakin berkurang tanpa diimbangi dengan pengembangan lahan yang seimbang, aplikasi teknologi ditingkat usahatani banyak yang tidak sesuai
dengan anjuran yang disebabkan oleh tingginya harga sarana produksi dan rendahnya kemampuan permodalan petani, dan kondisi iklim kurang mendukung menyebabkan penurunan produksi.
Secara konseptual dan filosofis, pentingnya pengawasan berangkat dari kenyataan bahwa manusia menyelenggarakan kegiatan operasional merupakan mahluk yang tidak sempurna dan secara interen memiliki keterbatasan, baik dari kemampuan , pengetahuan maupun keterampilan. Artinya, dengan itikad yang baik serta loyalitas yang tinggi dan pengarahan kemampuan mental dan fisik sekalipun.
Suatu dilema klasik yang agaknya selalu menjadikan tantangan negara sedang berkembang adalah antara menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai orientasi pembangunan nasional di satu pihak, atau menjadikan pemerataan dan pengentasan kemiskinan sebagai acuan pembangunan nasional mereka dilain pihak.
Ada beberapa hal yang sangat berpengaruh pada masyarakat Desa Punggur Besar adalah sebagai berikut :
1. Macam Sumber Padi
Terdapat beberapa macam sumber padi yang tersedia di alam yang dapat di manfaatkan yaitu, padi unggul, padi lokal.
2. Manusia dan Lingkungan
Di dalam Negara maju terdapat pranata-pranata kebudayaan yang menuju derajat kesejahtraan yang tinggi yaitu pendidikan yang optimal, keadaan ekonomi yang tinggi, kesejahtraan lingkungan yang sangat maju sehingga kesejahtraan menjadi sangat khusus dan dapat memenuhi permintaan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Dainur (1993:8) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan lingkungan itu sendiri adalah : Sesuatu kondisi di sekitar ruang lingkup kehidupan manusia secara individu yang diantaranya terdiri dari :
a. Lingkungan Fisik : Temperatur, cahaya, pertukaran udara, perumahan, pakaian, air, tanah dan sebagainya.
b. Lingkungan Biologis : Flora dan Fauna
c. Lingkungan Sosial : Penduduk, kebudayaan, adat-istiadat, agama, pendidikan, kepercayaan, kebiasaan, pendapatan dan sebagainya.
Membahas tentang hubungan manusia dan lingkungan maka dipandang penting sebab manusia memiliki kebudayaan. Kebudayaan merupakan salah satu komponen dalam kajian sistem kehidupan manusia. Melihat lingkungan tempat manusia hidup dan memberikan daya dukung kehidupan dalam berbagai bentuk kemungkinan yang dapat dipilih manusia untuk menentukan jalan hidupnya. Hal ini juga sangat berkaitan erat dengan kebudayaan yang telah melekat pada para warga masyarakat dalam kehidupannya terhadap lingkungan alam. Karena manusia memiliki kebudayaan maka hubungan antar manusia dengan lingkungan tidak semata-mata terwujud sebagai hubungan ketergantungan manusia terhadap lingkungan, tetapi justru dapat terwujud sebaliknya yang mana manusia dapat menyesuaikan diri dan mengubah lingkungan dengan kemampuan budayanya dalam memenuhi kebutuhan.
Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Notoatmojo (1993 : 58) bahwa :
Lingkungan internal adalah lingkungan yang membentuk pribadi seseorang, dan selama dalam pengembangannya dipengaruhi oleh lingkungan luar (eksternal). Kesanggupan manusia untuk mengatasi dan mengendalikan lingkungan luar sangat erat hubungannya dengan lingkungan individu (internal). Faktor genetik dan lingkungan merupakan faktor penentu dari pada perilaku makhluk hidup termasuk manusia.
Selanjutnya berkaitan dengan lingkungan ineternal Soemarwoto (1994 : 22) mengungkapkan bahwa :
Kesehatan lingkungan masyarakat merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang berpusat pada pribadi seseorang. Bukan saja manusia dapat mengubah lingkungan dan saling berinteraksi, manusia dapat berhubungan dengan manusia lainnya (hubungan sosial) untuk mencapai suatu tujuan. Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan hidup disebut ekologi.
Karya pengelolaan lingkungan, diantara lainnya telah digariskan bahwa pengindahan untuk mendukung lingkungan. Dimana lingkungan merupakan faktor yang mempengaruhi aktivitas kerja kita setiap harinya. Untuk itu, pemerintah telah menekankan untuk selalu menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya dan di harapakan untuk bertanggung jawab sepenuhnya mengenai lingkungan antara lain mengenai membuang sampah dan membuang air besar merupakan bentuk pencemaran terhadap kebersihan air sungai, dengan cara dilakukan tata tertib pada kelestarian lingkungan di sekitarnya.
3. Sikap dan Perilaku Masyarakat Terhadap pertanian
a. Sikap Masyarakat Terhadap pertanian
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seorang terhadap suatu stimulus atau objek. Dalam bagian ini, Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai tiga (3) komponen pokok, yaitu : 1. Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep terhadap suatu objek 2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek 3. Kecendrungan untuk bertindak (Trend to behave)
Ketiga komponen pokok ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh ( Total Attitude ). Dalam penetuan sikap yang utuh ini, pengetahuan, pikiran, keyakinan dan emosi memegang peranan penting dalam kehidupan. Sikap tidak akan terlepas dari perilaku, karena proses terjadinya perilaku seseorang didasarkan atas adanya sikap terhadap suatu objek, hal ini sejalan dengan pendapat Sarwono, (1991:19) menyatakan bahwa sikap (attitude) adalah Kecendrungan atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi suatu rangsangan tertentu dan mengandung unsur suka dan tidak suka. Sikap terbentuk karena pengalaman atau karena pengaruh lingkungan dan mengandung nilai senang atau tidak senang.
b. Perilaku Masyarakat Terhadap pertanian
Dalam hubungan perilaku masyarakat terhadap pertanian akan dikemukakan beberapa konsep tentang perilaku salah satunya penulis mengutip pendapat Notoatmodjo (2003) mengemukakan bahwa :
Konsep perilaku adalah suatu kebiasaan yang berulang-ulang dilaksanakan individu dan mengarahkan suatu kemantapan pertanian dan menunjukan suatu keseragaman. Perilaku individu mengarahkan perilakunya kepada penetapan-penetapan dan harapan-harapan tertentu yang berupa kebiasaan umum.
Pertanian merupakan salah satu sarana yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Kondisi seperti ini telah di mulai sejak keberadaan manusia di dunia dan menjadi semakin nyata.
Adapun kebijaksanaan tersebut tertuang dalam dua program pokok yaitu :
1. upaya pemulihan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat sebagai sumber daya manusia melalaui pendekatan pembangunan kesehatan masyarakat Desa.
2. upaya peningkatan pengawasan kualitas kesehatan lingkungan serta dampaknya terhadap masyarakat.
F. . Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Pada saat kegiatan manusia, pada dasarnya mempunyai tujuan yang menjadi sasaran daripada kegiatan yang dilaksanakan. Begitu pula dalam kegiatan penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui tingkat hasil dari pertanian di desa Punggur Besar dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat desa Punggur besar mempergunakan hasil dari pertanian.
2. Kegunaan Penelitian
a. sebagai inspirasi bagi peneliti selanjutnya dengan memperdalam keilmuan mengenai masyarakat dalam melakukan penanaman padi di desa Punggur Besar.
b. Sebagai media informasi bagi masyarakat yang memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan padi di desa Punggur Besar.
c. Sebagai acuan informasi bagi para petani atau dari kalangan lainnya, untuk melihat baik atau tidaknya pertanian yang ada.
G . Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu penelitian yang menggambarkan gejala dan fakta yang terjadi di lapangan secara apa adanya sesuai dengan realita dan kemudian di analisis. Tujuan di maksudkan untuk menggambarkan perilaku masyarakat yang mempergunakan hasil dari pertanian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah :
a. Observasi
Yaitu teknik dimana penulis mengadakan pengamatan terhadap gejala-gejala yang di teliti. Pengamatan ini dilakukan didalam situasi yang sebenarnya yaitu pada saat subjek yang diteliti sedang berada di desa Punggur Besar.
b. Interview atau Wawancara
Penelitian dengan melakukan Tanya Jawab secara langsung kepada informan di samping itu juga wawancara dilakukan pada informan kunci yang benar-benar mengetahui permasalahan yang diteliti.
- Alat Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini di gunakan alat penelitian sebagai berikut :
a. Pedoman Observasi
Yaitu berupa catatan kecil dengan maksud mencatat gejala-gejala fenomena yang timbul, baik dilihat dari objeknya maupun subjeknya yang ada kaitannya dengan tujuan penelitian
b. Pedoman Wawancara
Penulis mengadakan Tanya Jawab secara langsung kepada informan dan juga wawancara dilakukan pada informan kunci yang benar-benar mengetahui permasalahan yang diteliti.
- Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga yang berdomisili di desa Punggur Besar yang menurut data dari Kantor Kepala Desa. Sedangkan untuk mendapatkan informasi atau data dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan informan. Menurut Koentjaraningrat (1991: 64) informan ini terdiri dari informan pangkal dan informan pokok atau kunci.
Informan pangkal dalam penelitian ini adalah mereka yang mempunyai pengetahuan luas mengenai berbagai sektor dalam masyarakat, serta mempunyai berbagai kemampuan untuk menghubungi informan lain yang merupakan ahli tentang kebiasaan-kebiasaan masyarakat atau unsur-unsur yang ingin peneliti ketahui. Dengan demikian informan kunci sama halnya dengan model teknik pengambilan Snowball seperti yang diungkapakan oleh Sugiono (1998:63) yaitu teknik penentuan informan, sehingga jumlah informan semakin besar, ibarat bola salju bila menggelinding makin lama makin besar. Informan-informan inilah menurut pendapat Koentjaraningrat (1991 :64), nantinya yang akan menjadi informan kunci.
Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah :
a. Informan
Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat di desa Punggur Besar yang mempergunakan hasil dari pertanian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
b. Informan Kunci
Informan kunci yang terpilih dalam penelitian ini antara lain, yaitu:
- Kepala Desa Punggur Besar 1 orang
- Kepala Dusun III 1 orang
- Ketua RT 1 orang
- Sekretaris GAPOKTAN 1 orang
- Tokoh Masyarakat di Kelurahan Bansir Laut 3 orang
- Lokasi Penelitian
Sebagai lokasi penelitian ini adalah di Desa Punggur Besar , wilayahnya sebagian terletak di tepi lahan pertanian, tempat tinggal penduduk di atas daratan rendah.
- Metode Pengolahan Data
Informan yang diperoleh baik dari informan kunci maupun informan pokok dipilah-pilah dan diolah menurut jenis dan kategorinya kemudian dianalisis dengan mempergunakan Metode Kualitatif dimana setelah data terkumpul diklasifikasikan menurut kategori yang sejenis selanjutnya diolah serta dianalisis untuk selanjutnya ditarik suatu kesimpulan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah :
i. Peyeleksian data, dimana data yang diperoleh di lapangan di pilah berdasarkan keperluan dan dipisah-pisahkan menurut macam dan jenisnya apakah data tersebut adalah data yang benar atau salah yang diberikan pada informan
ii. Setelah dipisah-pisahkan, maka data tersebut dianalisis berdasarkan jenis data tersebut. Pemisahan data ini berguna untuk mengetahui apakah data terebut berupa data kualitatif atau kuantitatif sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara data-data yang diberikan pada informan.
iii. Setelah Dianalisis, barulah penyajian hasil analisis serta data-data yang diperoleh di lapangan itu diuraikan atau dituangkan dalam tulisan dimana data yang telah dianalisis akan ditarik sesuai dengan masalah yang diteliti.
Daftar Rujukan
Anindita, R. 2003. Dasar-dasar Pemasaran Hasil Pertanian. Jurusan Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.
Azzaino, Zulkifli. 1982. Pengantar Tataniaga Pertanian. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. IPB.
Hamid, A.K. 1972. Tataniaga Pertanian. IPB.
Masrofie. 1994. Pemasaran Hasil-hasil Perttanian. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.
Mosher, A.T. 1987. Menggerakkan dan Membangun Pertanian. CV,. Yasaguna.
Mubyarto. 1985. Pengantar Ilmu Ekonomi. LP3ES.
-----------. 1995. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES.
Rasahan, C.A. Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura pada awal abad 21 (sebuah pengalaman). Dalam Pertanian dan Pangan. Bunga rampai Pemikiran menuju Ketahanan Pangan. Editor Rudi Wibowo. Pustaka Sinar Harapan.
Soekartawi. 1989. Manajemen Pemasaran Hasil-hasil Pertanian. Teori dan Aplikasinya. Rajawali Press.
Soekartawi. 2002. Analisis Usahatani. UI.Press. Jakarta.
Siagian, Viktor. 2008. Menaikkan Harga BBM akan Sulitkan Petani, peneliti pada Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian: badan Litbang Deptan.
0 komentar:
Poskan Komentar